Kerajaan Mataram Islam : Sejarah Dan Peninggalannya

By | 27 November 2019

Kerajaan Mataram Islam adalah salah satu kerajaan islam di nusantara yang berdiri pada abad ke-16. Disebut juga sebagai kesultanan mataram islam.

Awalnya, Kerajaan Mataram Islam merupakan hadiah pemberian dari Raja Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan. Pemberian hadiah tersebut karena Ki Ageng Pemanahan berjasa kepada Raja Pajang, yaitu berhasil mengalahkan Arya Penangsang.

Saat dibawah pimpinan Ki Ageng Pemanahan , Kerajaan Mataram Islam masih berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajang. Kerajaan Mataram Islam menjadi kerajaan yang berdiri sendiri saat dipimpin oleh Raja Sutawijaya.

Sejarah Kerajaan Mataram Islam

Dahulu kerajaan ini berlokasi di Kotagede, Yogyakarta. Kerajaan ini merupakan hadiah dari Sultan Hadiwijaya, yaitu Raja Pajang, kepada Ki Ageng Pemanahan. KI Ageng Pemanahan berjasa kepada Sultan Hadiwijaya karena bisa mengalahkan Arya Penangsang.

Pada awal berdirinya, Ki Ageng Pemanahan menjabat sebagai bupati di daerah Mataram. Jabatan tersebut diberikan karena jasanya kepada Sultan Hadiwijaya. Sultan Hadiwijaya juga mengangkat anak Ki Ageng Pemanahan yang bernama Sutawijaya menjadi anak angkatnya.

Sutawijaya kemudian menjadi bupati wilayah Mataram saat ayahnya, Ki Ageng Pemanahan wafat. Sutawijaya ternyata tidak ingin cuma menjadi bupati saja, ia ingin menjadi raja di kawasan Mataram, dan mendirikan kerajaan sendiri.

Namun, Sultan Hadiwijaya yang masih menjadi Raja Pajang tak menyukai keinginan Sutawijaya. Hal tersebut dikarenakan, daerah Mataram masih menjadi bagian dari Kerajaan Pajang. Sehingga, Sultan Hadiwijaya terpaksa mengirim pasukan untuk menyerang Mataram.

Sutawijaya dan pasukannya berhasil memukul mundur pasukan dari Pajang, sebab saat itu Sultan Hadiwijaya sedang sakit. Tidak berselang lama, Raja Pajang itu meninggal.

Sejak sepeninggal Sultan Hadiwijaya, Kerajaan Pajang makin tidak kondusif. Banyak terjadi konflik di dalam pemerintahan. Hingga pada akhirnya Kerajaan Pajang menyerahkan tahta kekuasaannya kepada Sutawijaya. Sejak saat itulah pusat pemerintahan Kerajaan Pajang pindah ke Mataram, tepatnya tahun 1586. Di tahun 1586, Kerajaan Mataram Islam resmi berdiri.

Raja-Raja Kerajaan

raja mataram islam

Berikut adalah ulasan mengenai raja-raja yang pernah memimpin :

Ki Ageng Pemanahan

Ki Ageng Pemanahan merupakan pendiri cikal bakal Kerajaan Mataram Islam. Ia diberikan tanah yang masih berupa hutan oleh Sultan Hadiwijaya. Tanah tersebut dinamakan Mataram oleh Ki Ageng Pemanahan. KI Ageng Pemanahan wafat pada tahun 1584 dan dimakamkan di Kota Gede.

Panembahan Senopati

Kekuasaan Kerajaan Mataram Islam kemudian dipimpin oleh Sutawijaya atau Panembahan Senopati. Ia merupakan anak kandung Ki Ageng Pemanahan, sekaligus juga merupakan anaka angkat dan menantu dari Sultan Hadiwijaya.
Di bawah kepemimpinan Panembahan Senopati, Kerajaan Mataran Islam mengalami kebangkitan. Wilayah kekuasaannya mencangkup wilayah Pajang, Tuban, Demak, Madiun, Pasuruan, dan wilayah-wilayah sekitarnya.

Panembahan Senopati wafat di tahun 1523 dan digantikan oleh anaknya yang bernama Raden Mas Jolang. Saat jadi raja ia berganti nama menjadi Panembahan Hanyokrowati

Raden Mas Jolang

Raden mas Jolang juga dikenal dengan nama Panembahan Hanyakrawati. Di masa pemerintahannya, Kerajaan Mataram Islam mengalami banyak sekali peperangan. Peperangan itu adalah penaklukan atas daerah lainnya dan mempertahankan daerah kekuasaannya.

Raden Mas Rangsang

Raden Mas Rangsang merupakan Raja Mataram Islam selanjutnya, sepeninggal ayahnya, Raden mas Jolang. Di masa pemerintahannya Kerajaan Mataram Islam mengalami puncak kejayaannya. Hampir seluruh tanah Jawa dapat dikuasainya. Raden mas Rangsang dikenal dengan nama Sultan Agung Hanyokrokusumo. Ia wafat pada tahun 1645 dan dimakamkan di pemakaman raja-raja Imogiri.

Amangkurat I

Pada masa Raja Amangkurat I, pusat pemerintahan Kerajaan dipindah dari Kota Gede ke Kraton Pleret. Di masa pemerintahannya, banyak terjadi perpecahan. Penyebabnya, ia sangat dekat dengan VOC.

Amangkurat II

Amangkurat II merupakan raja mataram islam sekaligus pendiri Kasunanan Surakarta. Kasunanan Surakarta merupakan lanjutan dari Kerajaan Mataram Islam. Amangkurat II memerintah dari tahun 1677 hingga tahun 1703.

Masa Kejayaan

Masa keemasan kerajaan ini terjadi saat dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo. Pada masa kekuasaannya, wilayah Mataram Islam mencapai hampir seluruh Jawa, kecuali daerah Banten dan Batavia. Wilayah Banten dan batavia waktu itu sudah dikuasai oleh VOC.

Pada tahun 1628 dan 1629, Kerajaan Mataram Islam atas perintah Sultan agung Hanyokrokusuno menyerang VOC di Batavia. Sultan agung memang sangat anti terhadap kolonialisme.

Masa Keruntuhan

Awal keruntuhan dimulai saat Sultan agung menyerang VOC di Batavia. Mataram Islam mengalami kekalahan dari VOC saat itu. Padahal pihak kerajaan telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Kekalahan dari VOC berimbas pada kehidupan ekonomi masyarakat.

Peninggalan Kerajaan

masjid kota gede

Kerajaan Mataram saat ini sudah tidak ada, namun kita dapat melihat kembali peninggalan-peninggalannya. Berikut adalah beberapa peninggalannya:

  1. Tahun Saka
  2. Kerajinan Perak di Kota Gede Yogyakarta.
  3. Sastra Gendhing karya Sultan Agung.
  4. Kue Kipo, makanan khas masyarakat Kota Gede.
  5. Kalang Obong, tradisi membakar beberapa peninggalan orang yang sudah meninggal.
  6. Segara Wana dan Syuh Brata. Keduanya adalah meriam yang diberikan oleh Belanda saat Sultan Agung mengadakan perjanjian-perjanjian.
  7. Masjid Jami Pakuncen.
  8. Gapura Makam Kota Gede.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *