Penggunaan Huruf Kapital

By | 28 November 2019

Penggunaan huruf kapital seringkali diabaikan dalam penulisannya. Padahal penggunaan huruf kapital sangat penting untuk menjaga keutuhan bahasa yang digunakan. Berikut akan dijelaskan mengenai penggunaan huruf kapital yang sesuai dengan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) dalam Bahasa Indonesia beserta dengan contohnya.

Mengetahui penggunaan huruf kapital yang benar sangat penting. Dengan mengetahui penggunaan huruf kapital yang benar, kita sudah turut menjaga bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Pemersatu bangsa yang harus selalu dijaga.

1 Contoh Penggunaan Huruf Kapital

Contoh Penggunaan Huruf Kapital

Penggunaan huruf kapital yang benar adalah sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud) Nomor 50 Tahun 2015 Tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia.

penggunaan huruf kapital

Penggunaan di awal kalimat

  1. Saya sedang menonton pertandingan sepakbola.
  2. Mengapa kita harus bersatu?
  3. Kita harus kembali mempelajari penggunaan huruf kapital

Huruf pertama yang mengandung unsur nama orang

  1. Soedirman
  2. Mahatma Gandhi
  3. Soekarno
  4. Vladimir Putin
  5. Donald Trump

Catatan:

Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama nama yang merupakan satuan ukuran atau nama jenis.

Contoh: mesin diesel, ikan nila, sayur bayam, 10 ampere, 35.000 megawatt.

Huruf kapital tidak digunakan ntuk menulis huruf pertama istilah “anak dari” (bin, binti, boru, dan van).

Contoh: Umar bin Khattab, Fatimah binti Muhammad, Veli boru Sitanggang, Edwin van Der Sar.

Pada awal kalimat dalam petikan kalimat langsung

  • Ayah bertanya, “Kapan kamu lulus kuliah?”
  • “Timnas Indonesia menang 3-0 atas Timor Leste tadi malam,” kata Ayah
  • Kakek berpesan, “Kalian jangan kebut-kebutan saat mengendarai sepeda motor.”

Pada nama agama, kitab suci, nama Tuhan, dan kata ganti Tuhan

  • Allah selalu membantu hamba-hamba-Nya saat dalam kesulitan.
  • Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
  • Alquran
  • Islam
  • Hindu
  • Alkitab

Pada unsur nama gelar, keturunan, kehormatan, keagamaan, atau gelar akademik yang mengikuti nama orang

  • Haji Agus Salim
  • Pangeran Diponegoro
  • Nabi Muhammad
  • Nyi Ageng Serang
  • Ruhut Sitompul, Sarjana Hukum

Dipakai sebagai huruf pertama dalam unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan, profesi, nama jabatan, serta kepangkatan yang digunakan sebagai sapaan

  • Selamat pagi, Dokter.
  • Terimakasih, Yang Mulia.
  • Silahkan duduk, Jenderal.
  • Selamat siang, Presiden.

Digunakan sebagai huruf pertama dalam unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang digunakan sebagai nama pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat

  • Wakil Presiden Moh. Hatta
  • Professor Dumbledore
  • Gubernur Jawa Barat
  • Perdana Menteri Margaret Thatcher

Digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, bahasa, dan suku bangsa

  • bangsa Indonesia
  • suku Aborigin
  • bahasa Jawa

Catatan:
Nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang digunakan sebagai bentuk dasar kata turunan tidak menggunakan huruf kapital di awal kata. Misalnya, keinggris-inggrisan, kejawa-jawaan.

Digunakan pada huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari besar atau hari raya

  • bulan Agustus
  • bulan syawal
  • tahun Masehi
  • tahun Hijriah
  • hari raya Idul Fitri
  • hari Natal
  • hari Jumat
  • hari Gulungan

Digunakan untuk huruf pertama pada unsur nama peristiwa sejarah

  • Perang Dunia II
  • Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Konferensi Meja Bundar

Catatan:
Hurf pertama pada peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama tidak menggunakan huruf kapital pada huruf awal. Contoh:

  • Ketegangan di Semenanjung Korea bisa menyebabkan terjadinya perang dunia.
  • Setiap tanggal 17 Agustus warga negara Indonesia memperingati hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Digunakan pada huruf pertama nama geografi

  • Pulau Jawa
  • Selat Sunda
  • Eropa
  • Danau Toba
  • Jazirah Arab
  • Terusan Panama

Catatan:
1) Huruf pertama nama geografi yang bukan nama tempat atau nama diri tidak ditulis menggunakan huruf kapital.

Contoh: menyeberangi sungai, kemudian melintasi selat.

2) Huruf pertama nama diri geografi yang digunakan sebagai nama jenis tidak ditulis menggunakan huruf kapital.

Contoh: kacang bogor, jeruk bali, petai cina, rumput jepang, dsb.

Digunakan pada huruf pertama dalam nama negara, lembaga, badan, organisasi atau dokumen. Jika ada kata tugas di dalamnya tidak ditulis huruf kapital di huruf pertama, seperti di, ke, dari, untuk, dan yang

  • Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
  • Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Digunakan pada huruf pertama di setiap judul tulisan, artikel, buku, berita, karangan,. Dll. Kecuali kata depan seperti di, ke, yang, untuk

  • Raditya Dika mengeluarkan buku barunya berjudul “Manusia Setengah Salmon”.
  • Tulisan teman saya termuan dalm koran Kedaulatan Rakyat.
  • Ia berhasil menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Penerapan Hukum di Indonesia”.

Digunakan sebagai huruf pertama kata penunjuk/penyapaan hubungan kekerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, dsb

  • “Kapan Ibu pulang?” tanya adik
  • “Silahkan duduk, Pak!” kata ibu

Digunakan pada huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan

  • R.A = raden ajeng
  • Dr. = doktor
  • S.H. = sarjana hukum

Itulah penjelasan mengenai penggunaan huruf kapital yang sesuai dengan EYD Bahasa Indonesia. Semoga bisa menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *