Sejarah Revolusi Indonesia

By | 15 November 2019

Revolusi Indonesia merupakan sebuah jangka waktu ketika Indonesia berdiri menjadi sebuah negara yang memiliki kedaulatan penuh.

Selama jangka waktu ini, di Indonesia banyak terjadi peperangan senjata. Peperangan ini terjadi antara Indonesia dengan Belanda yang dibantu oleh sekutu-sekutunya untuk kembali menjajah bumi nusantara.

Masa revolusi diawali dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia, Untuk pertama kalinya Indonesia memproklamirkan diri menjadi sebuah negara yang merdeka dan berdaulat.

Rakyat menyambut proklamasi dengan penuh suka cita dan rasa syukur. Proklamasi kemerdekaan Indonesia terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah proklamasi kemerdekaan, Belanda belum menyerah untuk kembali menjajah Indonesia.

Butuh beberapa tahun bagi Belanda untuk benar-benar mengakui kedaulatan Indonesia secara penuh. Pihak Belanda baru mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 29 Desember 1949.

Sejak proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 hingga tanggal 29 Desember 1949, para pejuang Indonesia berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Selama 4 tahun tersebut banyak peperangan senjata. Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak. Para pejuang Indonesia mengorbankan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Perjuangan mempertahakan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui jalan perang senjata saja. Perundingan diplomasi juga dilakukan oleh putra-putra bangsa.

Hingga akhirnya perjuangan-perjuangan yang mengorbankan nyawa, tenaga serta pikiran menemui hasilnya. Belanda dan Sekutu bisa ditekan dan mengakui kemerdekaan Indonesia secara penuh.

Latar Belakang Revolusi di Indonesia

sejarah revolusi indonesia

Revolusi Indonesia dimulai dengan berdirinya beberapa gerakan. Gerakan-gerakan tersebut tumbuh untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Gerakan dan organisasi tersebuat di antaranya Budi Utomo, Sarekat Islam, Partai Nasional Indonesia, dan lain sebagainya. Organisasi-organisasi tersebut berkembang secara cepat.

Umumnya para organisai-organisasi tersebut menggunakan cara diplomasi untuk memperjuangkan kedaulatan bangsa Indonesia. Caranya, mereka mengutus wakil mereka ke Volksraad (Dewan Rakyat). Namun ada juga organisasi yang menggunakan cara-cara yang lebih radikal dan keras. Mereka memaksa pihak Belanda untuk memberi hak-hak Bangsa Indonesia secepatnya. Mereka dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Moh. Hatta, yang kelak akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden Negara Indonesia.

Pendudukan Jepang yang berlangsung selama tiga setengah tahun juga menjadi mas-masa penting bagi sejarah revolusi bangsa Indonesia. Jepang menguasai Indonesia dengan cepat dan mengusir Belanda untuk meningalkan Indonesia.Setelah Jepang menduduki Indoneia, mereka mengambil hati rakyat Indonesia dengan janji-janji kemerdekaan dan kesejahteraan warga Indonesia.

Proklamasi dan Pembentukan Pemerintahan Indonesia

revolusi indonesia

Setelah dikumandangakn proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus, pada akhir bulan agustus 1945, dibentuk pemerintahan Indonesia. Pembetukan pemerintahan Indonesia terdiri dari Jakarta, kabinet presidensial. Di dalam kabinet presidensial, Ir. Soekarno menjadi pemimpin tertingginya. Untuk membantu kerja presiden, selanjutnya dibentuk Komite Nasional. Komite Nasional juga memiliki fungsi yang hampir sama dengan badan legislatif.

Kegembiraan Rakyat Indonesia Atas Revolusi Indonesia

revolusi indonesia

Saat berita tentang proklamasi sudah tersebar ke seluruh daerah Indonesia, banyak rakyat yang belum percaya, karena jauhnya jarak dengan ibukota di Jakarta.Setelah berita proklamasi banyak rakyat dan kerajaan-kerajaan yang bersedia gabung ke Negara Indonesia.

Usaha Belanda Untuk Menjajah Kembali Indonesia

usaha belanda menjajah kembali indonesia

Pihak Sekutu yang memenangkan Perang Dunia 2 melawan Jerman, Jepang, Italia dan kawan-kawannya mencoba untuk kembali menguasai daerah-daerah bekas pendudukan Jepang. Belanda yang tergabung dalam Sekutu pun mengambil kesempatan ini untuk kembali menjajah Indonesia.

Pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Inggris mendarat di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Palembang, Jakarta, Semarang, Medan, dan Surabaya.

Perjanjian Linggarjati

perjanjian linggarjati bagian dari revolusi indonesia

Sekutu dan Belanda terus melancarkan serangan-serangan baik menggunakan senjata maupun perunding-perundingan. Tujuannya adalah untuk menguasai kembali tanah air Indonesia. Belanda melakukan perundingan Linggarjati dengan para wakil-wakil dari Indonesia. Diplomasi tersebut dilangsungkan di bawah komisi khusus dari Inggris, bernama Lord Killearn.

Dari perundingan yang dilakukan di bukit Linggarjati, dekat Kota Cirebon, Belanda secara de facto mengakui Republik Indonesia dengan daerah meliputi Jawa, Sumatra, dan Madura. Selain itu Indonesia dan Belanda juga sepakat dengan pembentukan Republik Indonesia Serikat.

Republik Indonesia Serikat dan Belanda selanjutnya akan membentuk Uni Indonesia – Belanda. Uni Indonesia – Belanda akan diketuai oleh Ratu Belanda.

Agresi Belanda I

sejarah revolusi indonesia

Belanda melancarkan agresi militer yang pertama ke daerah-daerah penting di Indonesia. Tujuan dari serangan ini adalah untuk menghancurkan kekuatan Indonesia. Belanda sudah jelas-jelas melanggar nilai-nilai Perjanjian Linggarjati. Pasukan Belanda berhasil menguasai daerah Sumatra, Jawa Barat dan Jawa Timur. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia memindahkan ibukota negara ke Yogyakarta.

Agresi yang dilakukan oleh Belanda jelas dikecam oleh berbagai pihak dan negara seperti Amerika Serikat, Uni Soviet, India dan Australia. Pada akhirnya PBB mengeluarkan resolusi gencatan senjata.

Pemberontakan Komunis

pemberontakan komunis

Pada tanggal 18 September 1948 berdiri sebuah kelompok organisasi yang bernama Republik Soviet Indonesia di Madiun. Pendirinya adalah parang anggota PKI yang akan melakukan pemberontakan terhadapan pemerintahan Soekarno – Hatta. Peperangan antara PKI dan TNI akhirnya dimenangkan oleh TNI. Sampai sekarang Indonesia melarang kerang ideologi komunisme.

Dampak Revolusi Nasional Indonesia

dampak revolusi indonesia

Gerakan Revolusi Indonesia memberi dampak dan pengaruh pada kondisi ekonomi dan sosial Indonesia. Indonesia kekurangan makanan dan bahan bakar. Setelah masa revolusi, pemerintah Republik Indonesia mengatur kembali segala bidang yang sebelumnya diblokade oleh Belanda.

Author: Yuli

Saya karyawan swasta yang memiliki ketertarikan dengan dunia digital khususnya blog dan SEO. Saat ini saya mengelola beberapa blog dengan berbagai tema. Semoga rangkaian kata yang saya tulis dapat memberikan manfaat untuk banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *